Apa Itu Manajemen Strategi, Komponen, dan Prosesnya

Table of Contents

Perubahan-perubahan yang terjadi membuat organisasi atau perusahaan harus mampu beradaptasi agar dapat bertahan.

Untuk membantu upaya adaptasi, organisasi atau perusahaan dapat menerapkan manajemen strategi.

Dengan adanya penerapan manajemen strategi ini akan memberi organisasi atau perusahaan arah yang akan dituju.

Pengertian dari manajemen strategi, komponen penyusunnya, dan proses implementasinya

Pengertian Manajemen Strategi

Untuk mengetahui apa itu manajemen strategi, sebelumnya kita perlu memahami apa yang dimaksud strategi terlebih dahulu.

Definisi Strategi

Secara etimologi, strategi berasal bahasa Yunani yaitu “strategos”, terdiri dari kata “stratos” yang berarti militer dan “ag” yang berarti memimpin.

Dari pengertian itu, dapat diasumsikan bahwa strategi dilakukan oleh pemimpin dalam militer seperti jendral.

Namun pada kenyataannya strategi ini tak terbatas pada militer saja, tapi juga dapat dilakukan pada berbagai bidang seperti ekonomi dan politik.

Strategi merupakan sebuah proses penentuan dan perencanaan tujuan yang disertai penyusunan cara untuk mencapainya.

Strategi bagi suatu organisasi ditujukan untuk menjadi konsep, pendukung pengambilan keputusan, dan sarana komunikasi serta koordinasi.

Definisi Manajemen Strategi

Manajemen strategi adalah ilmu merumuskan, menerapkan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsional yang memungkinkan untuk mencapai suatu tujuan.

Selain itu manajemen strategi juga dapat didefinisikan sebagai serangkaian keputusan dan tindakan yang menghasilkan formulasi dan implementasi sebuah rencana untuk mencapai tujuan.

Fungsi Manajemen Strategi

Bagi sebuah organisasi atau perusahaan, manajemen strategi memiliki tugas dan fungsi sebagai berikut :

  1. Memformulasikan misi dimana di dalamnya meliputi falsafah, tujuan, dan pernyataan lain yang berkenaan dengan haluan organisasi
  2. Melaksanakan analisis yang merepresentasikan kemampuan dan keadaan internal organisasi
  3. Mengevaluasi kondisi eksternal perusahaan yang meliputi faktor-faktor kontekstual umum dan kompetitor
  4. Mengkaji berbagai opsi yang dimiliki organisasi dengan menyesuaikan sumber daya yang ada serta lingkungan
  5. Melakukan identifikasi terhadap pilihan yang paling diinginkan dengan menilai setiap pilihan yang tersedia sesuai dengan misi organisasi
  6. Menetapkan rangkaian tujuan jangka panjang serta strategi utama yang mampu menghasilkan pilihan yang paling diinginkan
  7. Menyiapkan tujuan tahunan dan strategi jangka panjang yang sesuai dengan tujuan jangka panjang serta strategi utama yang telah ditetapkan
  8. Melaksanakan pilihan strategis sesuai dengan anggaran alokasi sumber daya
  9. Mengukur tingkat keberhasilan proses strategis yang nantinya dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan untuk mengambil keputusan

Komponen Manajemen Strategi

Manajemen strategi terdiri atas berbagai komponen yang menyusunnya yang terdiri dari :

  1. Misi : merupakan komponen yang menjadi gambaran tujuan dari keberadaan perusahaan. Contohnya ruang lingkup dan karakteristik aktivitasnya.
  2. Tujuan : yaitu komponen yang menjadi penegasan tentang apa yang akan dicapai, kapan waktunya, dan berapa yang harus dicapai.
  3. Strategi : merupakan komponen berupa pengetahuan atau keterampilan untuk memenangkan suatu persaingan, misalnya persaingan dalam memperebutkan pangsa pasar.
  4. Kebijakan : yaitu komponen yang berisi haluan, pedoman, aturan, dan prosedur untuk mendukung usaha mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
  5. Profil : merupakan komponen yang menggambarkan kondisi organisasi atau perusahaan seperti keadaan sumber daya fisik, sumber daya manusia, dan finansial.
  6. Lingkungan eksternal : yaitu komponen berupa seluruh kekuatan yang dapat memengaruhi organisasi dalam memilih strategi dan mendefinisikan keadaan persaingan.
  7. Lingkungan internal : merupakan komponen yang mencakup seluruh unsur yang terdapat di dalam organisasi atau perusahaan.
  8. Analisa strategi dan pilihan : yaitu komponen yang merujuk pada berbagai keputusan yang berkaitan dengan investasi di masa mendatang.
  9. Strategi unggulan : merupakan komponen yang berisikan rencana umum yang bersifat komprehensif atas seluruh aktivitas utama yang berusaha mencapai sasaran dalam lingkungan yang bersifat dinamis.
  10. Strategi fungsional : yaitu komponen yang memuat penjabaran dari strategi umum yang akan dilaksanakan oleh divisi dalam organisasi atau perusahaan.

Proses Manajemen Strategi

Pelaksanaan manajemen strategi akan melewati beberapa tahapan proses sebagai berikut :

Analisis Lingkungan

Analisis lingkungan meliputi monitoring, evaluasi, dan pencarian informasi lingkungan internal dan eksternal organisasi.

Tujuan analisis lingkungan ini untuk mengidentifikasi faktor-faktor strategis yang dapat memengaruhi pencapaian tujuan.

Proses ini menghasilkan output berupa gambaran tentang keadaan organisasi dan posisinya dalam persaingan.

Salah satu alat yang umum digunakan dalam analisis lingkungan adalah analisis SWOT (Strength, Weakness, Opportunites, dan Threatmen).

Dengan analisis SWOT organisasi dapat memaksimalkan pemanfaatan kekuatan dan peluang serta meminimalisir kelemahan dan ancaman.

Selain itu, dengan analisis ini juga dapat diketahui peluang yang belum dilakukan akibat keterbatasan sumber daya organisasi.

Perumusan Strategi

Dalam proses ini terjadi pengembangan rencana jangka panjang untuk manajemen yang efektif.

Efektif disini dilihat dari kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman lingkungan di organisasi.

Oleh karenanya sebelum merumuskan strategi organisasi harus mengetahui kekuatan dan kelemahan yang ada, ancaman yang dihadapi, dan peluang yang dimiliki.

Kegiatan-kegiatan dalam perumusan strategi meliputi :

  • Penentuan misi : kegiatan mengidentifikasi tujuan mendasar yang membedakan suatu organisasi dengan organisasi lainnya serta jangkauan operasi dan pasar.
  • Penentuan tujuan : kegiatan yang merumuskan hal-hal yang harus dicapai dan diselesaikan secara terukur disertai dengan waktu penyelesaiannya.
  • Pengembangan strategi : kegiatan ini berusaha untuk memaksimalkan keunggulan kompetitif dan meminimalisir keterbatasan kemampuan dalam bersaing.
  • Penetapan kebijakan : kegiatan ini bertujuan untuk menyediakan pedoman luas yang menghubungkan perumusan strategi dengan implementasi strategi.

Implementasi Strategi

Dalam proses implementasi strategi, pihak manajemen akan mewujudkan strategi dan kebijakannya.

Untuk mewujudkan hal tersebut dilakukan melalui pengembangan program, anggaran, dan prosedur.

  • Program : merupakan pernyataan aktivitas yang dipergunakan untuk menyelesaikan perencanaan sekali pakai. Ini melibatkan perubahan budaya internal organisasi dan restrukturisasi organisasi.
  • Anggaran : merupakan program yang dinyatakan dalam bentuk satuan berupa uang dimana setiap program akan dinyatakan secara detail dalam biaya yang dapat digunakan pihak manajemen untuk perencanaan dan pengendalian.
  • Prosedur : merupakan sistem langkah-langkah berurutan yang merepresentasikan cara sebuah tugas atau pekerjaan diselesaikan yang dijelaskan secara rinci. Dikenal juga dengan sebutan SOP (Standard Operating Procedures).

Evaluasi dan Kontrol

Dalam proses ini terdapat dua jenis tindakan yang saling berhubungan, yaitu evaluasi dan kontrol.

  • Evaluasi

Saat evaluasi, terjadi pengukuran hasil atau pencapaian yang diraih oleh organisasi atau perusahaan.

Mengukur pencapaian ini dilakukan dengan cara membandingkan kinerja organisasi dengan hasil yang diinginkan.

Untuk ukuran perbandingan yang dipilih disesuaikan dengan unit dalam organisasi yang akan dievaluasi dan tujuan yang akan dicapai.

Contoh tujuan disini misalnya profitabilitas, pengembangan karyawan, dan tanggung jawab sosial. 

Salah satu hal yang dapat dijadikan tolak ukur kinerja perusahaan adalah tingkat pengembalian investasi atau ROI (Return On Investment).

ROI ini dianggap sebagai alat ukur yang tepat untuk mengevaluasi kinerja dalam tujuan profitabilitas.

Menghitung ROI hanya bisa dilakukan saat laba dalam jangka waktu tertentu telah diakumulasikan secara total.

Perhitungan tingkat pengembalian investasi bermanfaat sebagai steering kontrol karena mengukur variabel yang memengaruhi profitabilitas di masa yang akan datang.

Untuk mengukur kinerja perusahaan, seorang manajer perlu mengetahui apa yang sebenarnya terjadi dan apa yang telah direncanakan sebelumnya.

  • Kontrol

Kontrol atau pengendalian memiliki keterkaitan dengan evaluasi dalam manajemen strategi dan juga tidak kalah pentingnya.

Fokus dalam pelaksanaan kontrol yaitu kegiatan yang menghasilkan kinerja dan sumber daya yang digunakan untuk menghasilkan kinerja seperti manusia.

Berikut ini adalah beberapa contoh kontrol dalam manajemen strategi :

  1. Kontrol input : pengendalian ini berkonsentrasi pada sumber daya seperti pengetahuan, keahlian, dan kemampuan karyawan.
  2. Kontrol output : pengendalian yang berfokus pada hal-hal yang harus dicapai dengan berorientasi pada hasil akhir menggunakan target tujuan dan kinerja.
  3. Kontrol perilaku : pengendalian yang berfokus pada aturan, kebijakan, standard prosedur dan operasi dalam menyelesaikan suatu pekerjaan.

Kesimpulan

Manajemen strategi merupakan rangkaian tindakan  yang dilakukan untuk membuat rencana untuk mencapai tujuan.

Manajemen strategi memiliki banyak fungsi, salah satunya adalah merumuskan tujuan organisasi atau perusahaan serta cara untuk mencapainya.

Komponen-komponen yang membentuk manajemen strategi antara lain misi, tujuan, strategi, kebijakan, dan lain sebagainya.

Proses pelaksanaan manajemen strategi terdiri dari analisis lingkungan, perumusan strategi, implementasi, dan evaluasi serta kontrol.

Saran

Manajemen tingkat puncak sebagai konseptor dan perencana dalam organisasi atau perusahaan perlu memahami proses manajemen strategi dengan baik.

Hal ini ditujukan agar mereka dapat mengimplementasikan manajemen strategi yang mampu membantu organisasi atau perusahaan.

Selain itu, penting juga bagi organisasi atau perusahaan untuk memenuhi berbagai komponen-komponen untuk manajemen strategi.

Post a Comment