Review Sejarah, Klasifikasi, dan Morfologi Tanaman Apel

Table of Contents

Apel merupakan salah satu buah yang cukup disenangi oleh berbagai kalangan masyarakat karena nikmat dan harganya yang terjangkau.

Buah ini dapat dikonsumsi sepanjang tahun karena ketersediaannya sangat banyak di pasar sehingga tidak bergantung pada musim.

Apel punya keunggulan lebih tahan lama dari buah lain yang sejenis, yaitu memiliki usia petik 16 minggu dan usia simpan sekitar 4 minggu.

Apel kaya akan nutrisi khususnya vitamin. Buah ini juga mengandung serat sehingga cocok untuk orang yang sedang diet.

Pada kali ini kita akan membahas tentang sejarah, klasifikasi, dan morfologi dari tanaman apel mulai dari akar hingga daunnya.

Membahas tentang tanaman apel mulai dari sejarah, klasifikasi, dan morfologinya

Sejarah Tanaman Apel

Dalam sejarah, tanaman apel pertama kali ditemukan di Benua Asia bagian tengah yang memiliki iklim subtropis.

Kenapa apel dapat tumbuh di Indonesia yang beriklim tropis ? Itu karena apel sudah beradaptasi dengan iklim Indonesia.

Di Asia, Argentina, Amerika Serikat dan Eropa apel yang sering dikonsumsi adalah apel musim dingin.

Apel ini akan dipetik pada musim gugur kemudian disimpan dengan suhu yang hampir melebihi titik beku.

Di Indonesia apel dibudidayakan di daerah dataran tinggi dengan ketinggian sekitar 700 – 1200 meter diatas permukaan air laut.

Apel pertama kali dibudidayakan di Indonesia pada tahun 1934. Apel lokal yang terkenal berasal dari daerah Malang, Jawa Timur.

Klasifikasi Tanaman Apel

Di saat ini apel telah memiliki banyak varietas. Beberapa diantaranya ialah Apel Manalagi, Rome Beauty, dan Anna.

Berdasarkan usianya, apel termasuk ke dalam tanaman tahunan (perenial) dan umumnya berbuah 7 sampai 8 tahun setelah ditanam.

Tanaman ini tergolong ke dalam tanaman hortikultura yang ditandai dengan adanya sifat Bulky (mengandung banyak air).

Tanaman apel memiliki klasifikasi sebagai berikut :

Kingdom    :    Plantae

Divisio        :    Spermatophyta

Subdivisio    :    Angiospermae

Kelas            :    Dicotyledonae

Ordo            :    Rosales

Famili        :    Rosaceae

Genus        :    Malus

Spesies        :    Malus Sylvestris Mill

Morfologi Tanaman Apel

Tanaman apel tersusun atas bagian akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji. Masing-masing bagian tersebut memiliki morfologi yang khas.

Akar Tanaman Apel

Tanaman apel yang pohonnya berasal dari benih atau bibit memiliki akar tunggang yang tumbuh lurus mengarah ke dalam tanah.

Tapi jika berasal dari stek atau rundukan tunas akan memiliki akar serabut, sehingga rentan kekurangan unsur hara dan air.

Batang Tanaman Apel

Batang pada pohon apel termasuk berkayu dan keras dengan kulit yang cukup tebal. Batang pohonnya dapat memiliki tinggi hingga 10 meter.

Cabang dari pohon apel akan tumbuh lurus dan tidak beranting  jika tidak dipangkas.

Warna batang di usia muda berwarna cokelat muda sampai kekuningan. Setelah tua berwarna hijau kekuning-kuningan sampai kuning keabu-abuan.

Bunga Tanaman Apel

Bunga apel terdapat pada tangkai yang menghadap ke atas dan bertandan dimana setiap tandan memuat 7 hingga 9 bunga.

Bunga apel melakukan penyerbukan silang. Pembungaannya dipengaruhi oleh temperatur dan varietas apel.

Mahkota bunga apel memiliki 5 helai yang menyelubungi benang sari dan berwarna putih hingga merah muda. Di tengahnya terdapat putik.

Buah Apel

Buah apel sebenarnya terdiri dari 15 bagian, namun hanya beberapa bagian saja yang dapat dibedakan dengan mata telanjang.

Saat muda ekstur kulit buahnya tebal dan sedikit kasar disertai dengan pori-pori buah yang renggang. Kemudian ketika tua berubah jadi halus dan mengkilap.

Bentuk buah umumnya bulat hingga lonjong dengan bagian pucuk berlekuk. Bentuk buah dapat dipengaruhi oleh iklim dan  jenis tanah media tanamnya.

Warna buah apel bervariasi mulai dari merah tua, hijau, hijau kemerah-merahan, hijau kekuning-kuningan, sampai hijau berbintik-bintik.

Biji Apel

Berdasarkan jumlah kepingnnya, apel termasuk ke dalam dikotil karena memiliki biji yang berkeping dua.

Bentuk biji apel ada yang memanjang dengan ujung meruncing dan ada juga bulat dengan ujung tumpul.

Dan untuk warnanya cenderung cokelat tua. Namun tak jarang ditemukan biji apel yang berwarna kehijauan.

Daun Apel

Daun apel berbentuk bulat dengan tepi yang bergerigi. Sekilas terlihat mirip seperti daun bunga mawar. Permukaannya dapat bergelombang atau datar.

Pada daun ditemukan sisi yang melipat ke bawah dan ada yang ke atas. Di bagian bawah daun terdapat bulu-bulu halus.

Kesimpulan

Apel akan tumbuh dengan optimal pada daerah dingin seperti pegunungan dan wilayah dengan iklim subtropis.

Walaupun demikian, tanaman apel yang sudah beradaptasi dapat dibudidayakan di wilayah beriklim tropis seperti Indonesia.

Buah apel dapat mengalami proses respirasi dimana setelah dipetik dari pohon buah akan tetap terjadi pernapasan dan penguapan.

Saran

Sebelum melakukan budidaya tanaman apel, pertimbangkan perhatikan hal-hal penting seperti jenis tanah, iklim, dan varietas yang akan ditanam.

Carilah tanah yang kondusif untuk ditanami apel mulai dari strukturnya hingga kadar pH nya. Karena ini akan menentukan keberhasilan budidaya.

Perhatikan juga kondisi lahan apakah temperaturnya cocok atau tidak untuk pertumbuhan apel hingga menghasilkan buah.

Post a Comment